Jumat, 19 Februari 2010

Google Goggles, Terjemahkan Bahasa Asing via Foto



Jakarta - Beberapa waktu lalu Google menguji aplikasi Google Goggles, yakni aplikasi yang bisa menyediakan informasi hanya dengan membidikkan kamera ke suatu objek yang dimaksud. Kini, aplikasi tersebut memiliki kemampuan anyar, yakni menerjemahkan teks asing ke dalam bahasa Inggris.

CEO Google Eric Schmidt memamerkan prototipe baru Google Goggles ini di ajang Mobile World Congress 2010. Aplikasi ini bekerja dengan memakai teknologi mesin penerjemah milik Google serta kemampuan pengenal foto.

Jadi, jika pengguna menemukan teks berbahasa asing, ia tinggal membidikkan kamera ponsel ke teks tersebut. Hanya dalam hitungan detik, aplikasi tersebut akan menerjemahkannya via hasil jepretan tadi.

"Prototipe ini mengkoneksikan kamera ponsel dengan optical character recognition (OCR) untuk menerjemahkan foto ke dalam teks terjemahan dalam 52 bahasa yang didukung Google Translate," jelas Google seperti yang dilansir detikINET dari Mashable, Kamis (18/2/2010).

Namun untuk saat ini, aplikasi itu baru menyediakan terjemahan Jerman-Inggris. Google Goggles juga terbatas hanya bisa dinikmati oleh pemilik piranti Android.


Wusss... Demo LTE Capai Kecepatan 1 Gb Per Detik


Jakarta - Rekor dunia untuk kecepatan Long Term Evolution (LTE) diklaim telah tercipta oleh Ericsson. Kecepatan yang berhasil mereka hasilkan mencapai 1 Gigabit per detik (Gbps) untuk downlink. Wusss...

Demo ini dilakukan di sela-sela ajang Mobile World Congress yang berlangsung di Barcelona, Spanyol, dan dianggap pertama yang memanfaatkan teknologi Multi Carrier dan Multiple-Input-Multiple-Output, MIMO, dan berjalan pada LTE komersial dari Ericsson.

Dengan menggabungkan teknologi tersebut, kecepatan hingga 1 Gb per detik dapat dicapai. Demo menggunakan empat jaringan dengan lebar pita masing-masing 20 MHz, sehingga total lebar pita yang digunakan 80 MHz dan 4x4 MIMO, data dikirim melalui interface over the air pada empat bit-streamz yang independen.

LTE digadang-gadang sebagai teknologi komunikasi bergerak masa depan, yang memungkinkan transfer data berukuran besar secara cepat dengan cara yang efisien dan hemat biaya melalui optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi.

Dengan peningkatan kecepatan dan pemangkasan latensi, user dikatakan dapat menikmati berbagai aplikasi seperti web secara realtime, game online, kolaborasi media sosial, dan konferensi video dengan lebih mudah kapanpun dan di manapun berada.

Johan Wibergh, Head of Networks & Executive Vice President Ericsson mengatakan, misi perusahaannya adalah menghubungkan 50 miliar perangkat pada 2020. Seluruh perangkat dan setiap keadaan yang menguntungkan saat terhubung seharusnya menjadi satu.

"Pasien-pasien dapat berkomunikasi dengan rumah sakit dari jarak jauh, mahasiswa dari daerah-daerah terpencil akan berhubungan dengan universitas-universitas di seluruh dunia, para pekerja keselamatan akan mengirim video langsung dari wilayah yang terkena bencana demi respon yang lebih efisien," jelasnya, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (19/2/2010).

Ericsson sendiri saat ini telah menandatangani kontrak komersial LTE dengan lima operator dunia yakni: AT&T di Amerika Serikat, Verizon di Amerika Serikat, TeliaSonera di Norwegia dan Swedia, MetroPCS di Amerika Serikat dan DoCoMo di Jepang.


Senin, 15 Februari 2010

Keperawanan Mahasiswi Laku Rp 320 Juta di Internet


Wellington - Seorang mahasiswi jadi pusat perhatian di Selandia Baru. Gadis usia 19 tahun itu melelang keperawanannya di internet dan akhirnya setuju menerima tawaran sejumlah US$ 32 ribu atau sekitar Rp 320 juta.

Gadis yang hanya menyebut diri sebagai 'unigirl' ini melelang 'mahkotanya' di situs bernama ineed.co.nz. Sebelum mendapatkan bayaran tertinggi, ia telah menerima 1200 tawaran.

"Aku telah menerima tawaran yang melampaui impianku. Terima kasih untuk lebih dari 30 ribu orang yang telah melihat iklanku dan 1200 tawaran yang datang," tulisnya saat penutupan lelang.

Seperti dikutip detikINET dari AFP, Rabu (3/2/2010), sang gadis menjual diri dengan alasan sedang butuh biaya untuk kuliah. Ia pun memilih jalan pintas dengan merelakan keperawanannya untuk orang asing.

Pemilik situs ineed, Ross MacKenzie mengizinkan lelang dilangsungkan karena tidak ada alasan baginya untuk menolak. Apalagi Selandia Baru dikenal liberal untuk urusan prostitusi. Namun tetap saja lelang keperawanan tersebut memicu berbagai reaksi di negeri Kiwi.

Organisasi orang tua bernama Parents Inc misalnya, sangat menyayangkan aksi tersebut. Namun perwakilan dari kelompok prostitusi New Zealand Prostitutions mendorong sang gadis menghubungi mereka untuk mengetahui lebih jauh mengenai dunia prostitusi.

Lelang keperawanan di internet ini terjadi untuk kesekian kalinya. Sebelumnya beberapa remaja juga melakukan hal yang sama dengan beragam motivasi


5.000 Facebooker Tolak RPM Konten Multimedia


Jakarta - Jumlah pengguna Facebook Tanah Air yang menolak kehadiran Rancangan Peraturan Menteri soal Konten Multimedia tumbuh sangat cepat bak cendawan di musim hujan.

Dari pengamatan detikINET pada Sabtu (13/2/2010), anggota di grup bernama 'SOS Internet Indonesia' itu baru memiliki sekitar 1.000 anggota. Kini, ketika dua hari berselang atau pada Senin (15/2/2010), jumlah pendukungnya telah tembus 5.000 anggota. Luar biasa!

Di wall halaman grup ini banyak didapati rentetan komentar dari para anggota yang tentu saja sebagian besar menyatakan kekecewaannya terhadap aturan yang dibidani Kementerian Komunikasi dan Informatika itu.

"Maunya apa? Gak ngerti persoalan kok kominfo mau ngatur2. Seperti biasa ajalah duduk manis terima gaji. Kita baru melek internet dah mau di batasi. Kasian negeri ini,sudah jatuh tertimpa tangga. MERDEKA !!!!, Tolak RPM," ujar Sarjan Muhammad, salah satu pendukung grup ini.

"Hmmm.... ini mah balik lagi ke jaman orde baru... capruk... ngaku-ngaku reformis... sotoy kalo mau ngatur bayarin dulu internet gw tiap bulan... baru lu berhak... wong komputer beli sendiri, internet bayar sendiri malah mau dilarang-larang... urusin tuh rakyat yang masih banyak ga bisa sekolah, ga bisa makan, jangan ngaku-ngaku reformis deh kalo kaya gini...," serang anggota lainnya.

Pun demikian, dari deretan komentar pedas tersebut masih ada pula user yang coba melihat Rancangan Peraturan Menteri Kominfo ini sebagai sesuatu yang diperlukan.

"Mungkin karena dia (Tifatul Sembiring-red) sudah menjadi menteri, maka dia merasa bertanggung jawab terhadap konten yang lalu lalang di internet Indonesia. Karena itu dia berharap aturan ini memberangus konten porno dan penipuan2 melalui internet. Menurut saya si, pengaturan konten itu perlu, tapi jangan terlalu ketat sehinga mengekang kreatifitas," papar Facebooker bernama Rizalul Fikrie Sugeng Habiebi itu.

"Ketika anak anda mengakses ... See Morekonten porno, apa yang akan anda lakukan? berdiam diri? menyita komputer/hp? tentu saja seorang pemimpin, pengayom, pendidik akan merasa bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada anak buah/anak didiknya, terutama dalam bidang yang bersangkutan," lanjutnya.


 

anafa blog's Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha